Breaking News

Dorong Percepatan Jaringan Listrik Di Tanjung mandiri, PLN Minta Pemkab Ajukan Izin Kementerian LH



Tulisanjambi.id, Batanghari - Dalam upaya mendorong percepatan masuknya jaringan listrik ke Desa Tanjung lebar kecamatan Bahar Selatan kabupaten Muaro Jambi,tepatnya di dusun Tanjung mandiri,PT.PLN Persero ULP Muara Bulian minta pemerintah kabupaten segera mengurus izin ke kementerian lingkungan hidup(LH), mengingat daerah tersebut masuk dalam kawasan hutan konservasi.


Kepala PT.PLN Persero ULP Muara Bulian Irsal linardi mengatakan ,belum masuknya jaringan listrik ke dusun Tanjung mandiri sungai Bahar disebabkan daerah tersebut masuk dalam kawasan hutan konservasi.Hal itu membuat kendala teknis dan regulasi.

Semuanya bisa teratasi , asalkan pihak pemerintah kabupaten Muaro Jambi segera mengajukan izin ke kementerian LH terkait pemasangan jaringan dikawasan hutan konservasi tersebut.

Jika izin sudah di dapati,maka pihak PLN akan segera melakukan pemasangan jaringan.Wilayah tersebut selama ini juga menjadi prioritas,mengingat wilayah itu sudah ada tiang PLN yang berdiri.


"Persoalan nya daerah dusun Tanjung mandiri terletak pada jalur jaringan listrik yang melintasi kawasan hutan konservasi, sehingga membutuhkan izin dari Kementerian lingkungan hidup. Kondisi ini membuat proses pembangunan tidak dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui tahapan administrasi yang berlaku.jadi Pemkab diminta segera mengajukan izin,agar pemasangan jaringan segera dilakukan"ujarnya.


Sudah 80 tahun Indonesia merdeka.Belum meratanya pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur jaringan listrik masih dirasakan.seperti yang dirasakan oleh ratusan kepala keluarga di dusun Tanjung mandiri sungai Bahar.Puluhan tahun Mereka hanya menikmati listrik dengan genset dan lampu tenaga surya dengan daya terbatas yang hanya mampu bertahan beberapa jam saja.

Ironisnya, infrastruktur berupa tiang listrik telah berdiri sejak tahun 2015 lalu. Namun lebih dari satu dekade berlalu, listrik tak kunjung mengalir ke rumah-rumah warga.


Kondisi ini semakin kontras karena dusun tetangga yang berjarak hanya sekitar 500 meter telah lebih dahulu menikmati listrik sejak bertahun-tahun lalu. Perbedaan mencolok ini menimbulkan tanda tanya besar terkait pemerataan pembangunan dan realisasi program elektrifikasi di wilayah tersebut.

Sekitar 600 kepala keluarga terdampak situasi ini.

0 Komentar

© Copyright 2022 - Tulisanjambi.id