Ketidakhadiran dua anggota DPRD Provinsi Jambi dari daerah pemilihan (Dapil) Tebo, Sukandar dan Mustaharudin, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi pada Rabu (08/04/2026) menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Rapat tersebut merupakan agenda penting yang membahas penyampaian jawaban Gubernur Jambi atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.
Sorotan publik semakin menguat karena dalam dua pekan terakhir, persoalan Jalan Padang Lamo tengah menjadi perbincangan luas. Kondisi jalan yang rusak parah dan minim penanganan konkret membuatnya viral di berbagai platform media sosial hingga grup WhatsApp masyarakat Tebo.
Di tengah tingginya perhatian publik terhadap isu tersebut, absennya kedua wakil rakyat itu dinilai mencerminkan kurangnya kepekaan dan keseriusan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Banyak warga berharap momentum rapat paripurna dimanfaatkan untuk menyuarakan kondisi Jalan Padang Lamo yang menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Kekecewaan publik semakin terasa setelah beredarnya foto suasana rapat paripurna di grup WhatsApp Forum Masyarakat Tebo, yang menunjukkan tidak terlihatnya kehadiran Sukandar dan Mustaharudin dalam agenda tersebut.
Ketua Pemuda Tanjung, Syafri Munaldi, menyampaikan kritik terbuka atas kondisi ini. Ia menilai kehadiran wakil rakyat dalam forum resmi merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik kepada masyarakat.
“Dalam penyampaian pandangan umum fraksi terkait LKPJ TA 2025, kami mempertanyakan keberadaan Saudara Sukandar dan Saudara Mustaharudin karena tidak tampak hadir. Seharusnya mereka hadir dan menyuarakan kondisi Jalan Padang Lamo, agar masyarakat merasa ada yang benar-benar memperjuangkan keluhan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, di saat isu Jalan Padang Lamo sedang menjadi perhatian luas, seharusnya para wakil rakyat menunjukkan komitmen nyata, bukan justru absen dari forum penting.
Masyarakat kini berharap kedua anggota dewan tersebut dapat memberikan klarifikasi atas ketidakhadiran mereka, sekaligus menunjukkan langkah konkret dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan Jalan Padang Lamo yang menjadi kebutuhan mendesak warga Kabupaten Tebo.

0 Komentar