Pemerintah Kabupaten Tebo menegaskan keseriusannya menjadikan Tebo sebagai kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, saat memimpin rapat pembahasan langkah konkret penanganan sampah dan titik pantau penilaian Adipura di Aula Melati, Kantor Bupati Tebo.
Wabup menegaskan bahwa target utama pemerintah bukan semata-mata meraih penghargaan Adipura, melainkan membangun budaya hidup bersih yang berkelanjutan.
“Adipura itu hanya bonus. Yang lebih penting adalah Tebo bersih setiap hari, bukan hanya saat dinilai. Ini soal wajah daerah kita dan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Wabup meminta seluruh OPD, camat, puskesmas, dan sekolah dari tingkat SD hingga SMA untuk menunjukkan progres nyata terkait pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Wabup juga mengingatkan bahwa penilaian Adipura dilakukan melalui tiga kali peninjauan. Setiap progres yang tidak maksimal akan terlihat jelas.
“Kalau kita tidak bergerak serius, hasilnya akan kelihatan. Saya tidak ingin Tebo justru mendapat penilaian terburuk. Kita harus buktikan bahwa Tebo mampu berubah dan bersaing,” ujarnya.
Hingga kini Kabupaten Tebo belum pernah meraih penghargaan Adipura. Namun, Wabup menegaskan bahwa hal itu bukan alasan untuk menyerah, melainkan menjadi pemicu semangat peningkatan.
“Tahun ini harus ada perubahan. Kalau kita kompak dan disiplin, hasilnya pasti berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” akunya.
Di akhir arahannya, Wabup mengajak semua pihak menjadikan gerakan Tebo Bersih sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah.
“Tebo bersih bukan hanya program, tapi komitmen. Kebersihan harus menjadi kebiasaan. Kalau Tebo bersih, masyarakat sehat, daerah kita maju,” pungkasnya

0 Komentar